Sejarah Singkat Kesehatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat
Peradaban Awal
Masyarakat Kuno (Sebelum 500 SM)
Temuan arkeologi dari Lembah Indus di India Utara, bertanggal sekitar 2000SM, memberikan bukti adanya kamar mandi dan sistem drainase didalam rumah dan sluran pembuangan air yang terletak lebih rendah dari permukaan jalan. Sistem drainase juga ditemukan di antara reruntuhan Kerajaan Mesir Kuno Pertengahan (2700 – 2000 SM). Orang – orang Myceneans, yang tinggal di Crete pada 1600 SM telah memiliki toilet, sistem penggolontoran, dan saluran pemuangan air. Resep obat tertulis untuk obat – obatan berhasil ditafsirkan dari lempeng tanah liat (prasasti) orang Sumerian yang bertanggal sekitar 2100SM. Sampai sekitar 1500 SM sudah lebih dari 700 obat yang dikenal oleh orang Mesir.
Mungkin tulisan paling awal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat adalah Hukum Hammurabi (Code of Hammurabi), raja terkenal dari Babilonia, yang hidup 3900 tahun lalu. Hukum Hammurabi juga memuat undang - undang tentang praktik kedokteran dan kesehatan. Bible’s Book of Leviticus, yang ditulis sekitar 1500 SM, memberikan petunjuk mengenai kebersihan personal, sanitasi perkemahan, desinfeksi sumur, isolasi penderita lepra, pembuangan sampah, dan higiene maternitas.
Budaya Klasik (500 SM – 500 M)
Ilmu pengetahuan dari orang Babilonia, Mesir, Yahudi, dan suku lainnya di Mediterania Timur tercakup dalam filosofi kesehatan dan kedokteran Yunani. Orang – orang Yunani juga aktif menjalankan sanitasi komunitas. Mereka memasok sumur – sumur kota setempat dengan air yang diambil dari pegunungan yang berjarak sejauh 10 mil.
Kekaisaran Romawi memang merupakan gudang ide bagi pengobatan Yunani, tetapi Romawi tidak berbuat banyak terhadap kemajuan pemikiran dibidang kedokteraan. Namun, ada satu kontribusi penting yang mereka berikan untuk bidang kedokteran dan pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit.
Abad Pertengahan (500 – 1500 M)
Pendekatan terhadap kesehatan dan penyakit di zaman ini berbeda jauh dari zaman kekaisaran romawi. Selama masa ini, semakin berkembang paham materialisme Romawi dan kesadaran spiritualisme. Masalah kesehatan dipandang memiliki penyebab spiritual dan solusi spiritual. Ajaran St. Augustine, misalnya, menyatakan penyakit disebabkan oleh setan yang dikirim untuk menyiksa jiwa manusia, dan kebanyakan umat kristiani percaya bahwa penyakit merupakan hukuman atas dosa mereka.
Selama era spiritual kesehatan masyarakat peran lingkungan fisik dan biologis tidak diperhitungkan sebagai hubungan sebab akibat, oleh karenanya epidemi ganas sulit dikendalikan. Salah satu data awal epidemi yang berhasil dicatat adalah epidemi penyakit lepra. Sampai tahun 1200 M, diperkirakan terdapat sekitar 19.000 tempat penampungan penderita lepra dan leprosaria di Eropa.

