Rabu, 27 Oktober 2010

Perubahan Iklim Di Indonesia

Seperti yang diketahui sekarang di Indonesia telah terjadi iklim ekstrim, dimana musim kemarau akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan musim hujan dengan kecenderungan curah hujan lebih tinggi dari curah hujan normal. Dimana akan berakibat pada berbagai macam sector seperti pertanian, perekonomian, pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Global Warming (pemanasan global) menjadi kunci utama dari Climate Change (perubahan iklim) itu sendiri. Akibat adanya pemanasan global terjadi perubahan sabuk tropis 3-4, perubahan area sub-tropis menjadi tropis, perubahan cuaca dan lainnya. Jadi tidak heran dikawasan Australia bisa di jumpai salak, hal ini diakibatkan adanya perubahan area. Seperti yang terjadi di Mesir pernah terjadi banjir. Dan Indonesia sendiri sekarang telah disebut dengan supermarket bencana. Bagaimana tidak, hampir setiap tahun daerah Jakarta dan sekitarnya menjadi langganan banjir, Sum-Bar menjadi daerah rawan gempa, Cianjur daerah rawan gempa dan longsor, Balikpapan dan Pontianak menjadi daerah rawan banjir, daerah selatan jawa juga berpotensi terkena tsunami.
Banjir yang terus berpotensi diwilayah Indonesia menyebabkan daerah tersebut juga menjadi daerah rawan penyakit, seperti diare dan penyakit kulit. Dan yang paling merasakan dari dampak itu semua adalah penduduk golongan ekonomi rendah yang penghasilannya dapat dikatakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Walaupun ada penanganan dari Depkes kepada para korban banjir tersebut namun tetap saja setiap tahun akan kembali terjadi lagi hal demikian. Sehingga perlu dilakukan pengakajian dan penanganan terhadap point – point penting sehingga banjir dan bencana sebagainya tidak terjadi.






Gambar : Sumber LAPAN
Pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP 15 tanggal 3-7 desember 2009 di kopenhagen, Denmark. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 4 kebijakan pemerintah dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yaitu antara lain :
1. Moratorium lahan gambut dan hutan primer
2. Mengurangi bahan bakar fosil dibidang pembangkit tenaga listrik dan transportasi
3. Penerapan teknologi ramah lingkungan, dan
4. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup
Walau telah ada putusan Presiden terhadap salah satu upaya mitigasi dan adaptasi, kita juga harus turut berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan, seperti penghematan energy, berprilaku ramah lingkungan, dan lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates