Kamis, 28 Oktober 2010

Sejarah Singkat Kesehatan Komunitas dan Kesehatan Masyarakat

Peradaban Awal
Masyarakat Kuno (Sebelum 500 SM)
Temuan arkeologi dari Lembah Indus di India Utara, bertanggal sekitar 2000SM, memberikan bukti adanya kamar mandi dan sistem drainase didalam rumah dan sluran pembuangan air yang terletak lebih rendah dari permukaan jalan. Sistem drainase juga ditemukan di antara reruntuhan Kerajaan Mesir Kuno Pertengahan (2700 – 2000 SM). Orang – orang Myceneans, yang tinggal di Crete pada 1600 SM telah memiliki toilet, sistem penggolontoran, dan saluran pemuangan air. Resep obat tertulis untuk obat – obatan berhasil ditafsirkan dari lempeng tanah liat (prasasti) orang Sumerian yang bertanggal sekitar 2100SM. Sampai sekitar 1500 SM sudah lebih dari 700 obat yang dikenal oleh orang Mesir.
Mungkin tulisan paling awal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat adalah Hukum Hammurabi (Code of Hammurabi), raja terkenal dari Babilonia, yang hidup 3900 tahun lalu. Hukum Hammurabi juga memuat undang - undang tentang praktik kedokteran dan kesehatan. Bible’s Book of Leviticus, yang ditulis sekitar 1500 SM, memberikan petunjuk mengenai kebersihan personal, sanitasi perkemahan, desinfeksi sumur, isolasi penderita lepra, pembuangan sampah, dan higiene maternitas.
Budaya Klasik (500 SM – 500 M)
Ilmu pengetahuan dari orang Babilonia, Mesir, Yahudi, dan suku lainnya di Mediterania Timur tercakup dalam filosofi kesehatan dan kedokteran Yunani. Orang – orang Yunani juga aktif menjalankan sanitasi komunitas. Mereka memasok sumur – sumur kota setempat dengan air yang diambil dari pegunungan yang berjarak sejauh 10 mil.
Kekaisaran Romawi memang merupakan gudang ide bagi pengobatan Yunani, tetapi Romawi tidak berbuat banyak terhadap kemajuan pemikiran dibidang kedokteraan. Namun, ada satu kontribusi penting yang mereka berikan untuk bidang kedokteran dan pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit.
Abad Pertengahan (500 – 1500 M)
Pendekatan terhadap kesehatan dan penyakit di zaman ini berbeda jauh dari zaman kekaisaran romawi. Selama masa ini, semakin berkembang paham materialisme Romawi dan kesadaran spiritualisme. Masalah kesehatan dipandang memiliki penyebab spiritual dan solusi spiritual. Ajaran St. Augustine, misalnya, menyatakan penyakit disebabkan oleh setan yang dikirim untuk menyiksa jiwa manusia, dan kebanyakan umat kristiani percaya bahwa penyakit merupakan hukuman atas dosa mereka.
Selama era spiritual kesehatan masyarakat peran lingkungan fisik dan biologis tidak diperhitungkan sebagai hubungan sebab akibat, oleh karenanya epidemi ganas sulit dikendalikan. Salah satu data awal epidemi yang berhasil dicatat adalah epidemi penyakit lepra. Sampai tahun 1200 M, diperkirakan terdapat sekitar 19.000 tempat penampungan penderita lepra dan leprosaria di Eropa.

Rabu, 27 Oktober 2010

Perubahan Iklim Di Indonesia

Seperti yang diketahui sekarang di Indonesia telah terjadi iklim ekstrim, dimana musim kemarau akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan musim hujan dengan kecenderungan curah hujan lebih tinggi dari curah hujan normal. Dimana akan berakibat pada berbagai macam sector seperti pertanian, perekonomian, pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Global Warming (pemanasan global) menjadi kunci utama dari Climate Change (perubahan iklim) itu sendiri. Akibat adanya pemanasan global terjadi perubahan sabuk tropis 3-4, perubahan area sub-tropis menjadi tropis, perubahan cuaca dan lainnya. Jadi tidak heran dikawasan Australia bisa di jumpai salak, hal ini diakibatkan adanya perubahan area. Seperti yang terjadi di Mesir pernah terjadi banjir. Dan Indonesia sendiri sekarang telah disebut dengan supermarket bencana. Bagaimana tidak, hampir setiap tahun daerah Jakarta dan sekitarnya menjadi langganan banjir, Sum-Bar menjadi daerah rawan gempa, Cianjur daerah rawan gempa dan longsor, Balikpapan dan Pontianak menjadi daerah rawan banjir, daerah selatan jawa juga berpotensi terkena tsunami.
Banjir yang terus berpotensi diwilayah Indonesia menyebabkan daerah tersebut juga menjadi daerah rawan penyakit, seperti diare dan penyakit kulit. Dan yang paling merasakan dari dampak itu semua adalah penduduk golongan ekonomi rendah yang penghasilannya dapat dikatakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Walaupun ada penanganan dari Depkes kepada para korban banjir tersebut namun tetap saja setiap tahun akan kembali terjadi lagi hal demikian. Sehingga perlu dilakukan pengakajian dan penanganan terhadap point – point penting sehingga banjir dan bencana sebagainya tidak terjadi.






Gambar : Sumber LAPAN
Pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP 15 tanggal 3-7 desember 2009 di kopenhagen, Denmark. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan 4 kebijakan pemerintah dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yaitu antara lain :
1. Moratorium lahan gambut dan hutan primer
2. Mengurangi bahan bakar fosil dibidang pembangkit tenaga listrik dan transportasi
3. Penerapan teknologi ramah lingkungan, dan
4. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup
Walau telah ada putusan Presiden terhadap salah satu upaya mitigasi dan adaptasi, kita juga harus turut berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan, seperti penghematan energy, berprilaku ramah lingkungan, dan lainnya.

Rabu, 28 April 2010

PENCEMARAN LINGKUNGAN DI INDONESIA

PENCEMARAN DI INDONESIA
Pencemaran di Indonesia telah mencakup tiga aspek pencemaran seperti udara, tanah dan air. Dibawah ini kita akan membahas berbagai masalah tersebut.
Polusi
Hal ini yang paling nyata dan paling dekat dengan keberadaan kita, setiap hari kita berjalan dengan tanpa sadar telah menghirup polusi yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor dan pabrik – pabrik. Banyak kebutuhan dan keperluan yang harus dan segera dipenuhi membuat kita membutuhkan alat transportasi untuk melakukannya, baik itu dari kendaraan umum hingga pribadi. Namun yang paling sering kita jumpai adalah masalah pada angkutan perkotaan, hal ini dikarenakan karena kendaraan yang mereka gunakan rata – rata tidak layak pakai. Maksud nya kendaraan yang mereka gunakan sangat banyak mengandung gas CO atau karbonmonoksida, gas ini selain merusak lingkungan dapat mula mengganggu kesehatan kita mulai dari ISPA hingga kanker. Khusus nya dikota – kota besar, mereka merupakan penyumbang polusi terbesar, tengok saja ibukota negara yaitu Jakarta. Disana hampir tiap hari terjadi kemacetan, ini diakibatkan banyak nya kendaraan bermotor di kota tersebut.
SAMPAH
Sampah menjadi hal berikutnya setelah polusi, tidak perlu jauh – jauh untuk melihat bukti nyatanya kadang kita sendiri pun lalai akan membuang sampah pada tempat nya. Padahal hal ini sangat berbahaya bagi lingkungan apabila kita tidak menanggulanginya dengan kesadaran diri sendiri. Sampah yang dibuang sembarangan entah itu ke parit atau selokan – selokan dapat mengakibatkan terjadinya banjir. Hal ini diakibatkan karena buntunya saluran – saluran pembuangan tersebut, terkadang limbah dari buangan rumah tangga pun tak jarang ditemui di selokan atau parit – parit disekitar lingkungan kita. Lama kelamaan dapat memicu terjadinya banjir seperti yang kita jumpai di Jakarta. Sungai – sungai disekitar daerah Jakarta telah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan akhir, masyarakat disekitar daerah itu menjadi salah satu korban langsung. Mereka mencuci, mandi dan memasak kebanyakan memanfaatkan air yang ada di sungai tersebut, padahal jelas sekali air tersebut tidak layak pakai, karena air tersebut sudah tidak jernih, juga beraroma, ini merupakan salah satu indikator bahwa air tersebut tidak layak untuk digunakan untuk kebutuhan sehari – hari hingga akhirnya banyak masyarakat sekitar terserang diare dan berbagai penyakit kulit.
ILEGAL LOGING
Hutan merupakan salah satu barang yang sangat berharga bagi semua mahluk hidup yang ada di bumi. Hutan tidak saja memberi kita nafas kehidupan, tapi hutan lebih penting dari itu yaitu untuk menjaga stabilitas alam. Hutan merupakan pelindung mahluk – mahluk yang menjadikannya sebagai rumah, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan – tumbuhan lainnya.
Dan sekarang apa yang terjadi bila hutan tersebut hilang begitu saja, ditebang karena kepentingan sepihak tanpa memikirkan akibatnya dikemudian hari. Tanah longsor, banjir, polusi yang makin terasa efeknya, hilang nya spesies – spesies langka, itulah yang setidaknya akan terjadi. Pembukaan lahan secara masal dengan membakar hutan sering kita jumpai di daerah kalimantan, padahal kalimantan merupakan jamrud khatulistiwa. Namun sekarang sudah tidak seperti itu lagi, hutan sudah banyak yang gundul akibat itu semua, efek yang ditimbulkan sangat berasa di masyarakat, bahkan pernah efek tersebut sampai ke negara tetangga, asap yang diakibatkan dari hasil pembakaran lahan sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan hingga radius km asap nya masih tetap ada, bahkan pemerintah daerah setempat tidak dapat menanggulangi hal ini apabila telah terjadi. Selain di kalimantan, didaerah jawa sendiri pun juga demikian namun berbeda kasus, di daerah jawa tempat – tempat tinggi yang sekarang dijadikan villa dulu merupakan daerah resapan air atau bisa disebut dulunya juga hutan yang sekarang telah berubah menjadi tempat tinggal atau villa – villa, hal ini akibat dari beberapa pihak yang mencari untung tanpa memikirkan apa dampak nya, sekarang setiap setahun sekali bahkan lebih pasti terjadi banjir dan tanah longsor dan tak jarang hal tersebut menelan korban jiwa.

 
Design by Free Wordpress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Templates